Antrean BBM Mengular,SPBU Taratak Jadi Titik Kemacetan Di Pesisir Selatan
- Jul 14, 2026
- Wandi Jusri
- Kabar Pessel news
Pesisir Selatan, pilarnagari.kim.id, -Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Pesisir Selatan Senin (13/7/2026). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian masyarakat adalah SPBU Taratak, yang dalam beberapa hari terakhir dipadati kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan umum hingga truk sehingga menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Lintas Padang–Bengkulu.
Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dan memakan sebagian badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi tersendat, terutama pada pagi dan sore hari. Para pengendara mengaku harus mengantre selama satu hingga tiga jam demi mendapatkan BBM.
"Saya sudah hampir dua jam mengantri di sini dan belum juga mendapatkan pertalite,,saya juga berharap agar pihak SPBU lebih mengutamakan kendaraan roda dua dan mobil pribadi dulu"harap Idul warga Lengayang.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU lain di Kabupaten Pesisir Selatan. Di antaranya:
SPBU 14.256.526 Tarusan (Koto XI Tarusan).
SPBU 14.256.561 Salido, Kecamatan IV Jurai.
SPBU 14.256.105 Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti.
SPBU 14.256.569 Surantih, Kecamatan Sutera.
SPBU 14.256.515 Batang Kapas.
SPBU 14.256.506 Inderapura, Kecamatan Pancung Soal.
SPBU 14.256.563 Lunang Silaut.
Di sejumlah titik tersebut, antrean kendaraan dilaporkan mengular terutama saat pasokan BBM baru tiba. Dalam waktu singkat, stok Pertalite maupun Solar kembali menipis akibat tingginya permintaan masyarakat.
Antrean panjang ini mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sopir angkutan umum, pengemudi truk, nelayan, petani, pelaku UMKM hingga masyarakat yang bekerja menggunakan kendaraan bermotor mengaku mengalami kerugian karena harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.
Berdasarkan penjelasan pihak terkait, keterlambatan distribusi BBM dipengaruhi hambatan pada jalur distribusi menuju Sumatera Barat. Kemacetan di kawasan Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai menyebabkan mobil tangki terlambat memasok BBM ke SPBU di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara itu, Pertamina menyatakan stok BBM di terminal penyaluran dalam kondisi aman dan terus berupaya mempercepat distribusi dengan menambah armada mobil tangki serta mengoptimalkan jam operasional terminal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal. Selain mengganggu aktivitas ekonomi, antrean kendaraan yang memakan badan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan menghambat mobilitas masyarakat.
Warga juga meminta pengawasan distribusi BBM bersubsidi diperketat agar penyalurannya tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terus dirugikan oleh antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari.*Wandi*