Dandim 0311 Pessel Peluk Haru Ibunda Lettu Wendra "Kami Adalah Keluarga Besar"
- Sep 06, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Daerah
Dandim 0311 Pessel Peluk Haru Ibunda Lettu Wendra: “Kami Adalah Keluarga Besar”
LIPUTAN KHUSUS Sutera,Pilarnagari.kim.id Pesisir Selatan – Sabtu, 6 September 2025
Suasana hening menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kampung Samudra, Nagari Surantih, Kecamatan Sutera. Di rumah itulah, seorang perempuan renta menyambut kedatangan tamu istimewa. Ia adalah ibunda dari Lettu Wendra, perwira muda yang tengah mengabdi untuk bangsa.
Namun, kali ini yang mengetuk pintu bukanlah sang anak, melainkan sosok Komandan Kodim 0311 Pessel, Letkol Czi Theodorus Sambua. Dengan langkah penuh hormat, ia masuk, menyalami, lalu memeluk erat sang ibunda. “Saya datang bukan sebagai pejabat, Bu. Saya datang sebagai anak, sebagai keluarga,” ucapnya lirih.
Air Mata yang Tak Terbendung
Seketika suasana berubah haru. Mata sang ibu berkaca-kaca, sementara Letkol Sambua menggenggam erat tangannya. Kehadiran Dandim bukan hanya formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian seorang pemimpin kepada keluarga prajuritnya.
“Bagaimana kesehatan Ibu? Semoga selalu diberikan kekuatan oleh Allah,” ujar Letkol Sambua dengan suara penuh empati.
Dengan suara bergetar, ibunda Lettu Wendra menjawab, “Alhamdulillah, Nak… selama ini saya hanya bisa berdoa untuk anak saya di perantauan. Tidak pernah saya sangka, hari ini saya didatangi oleh seorang komandan. Terima kasih sudah menganggap saya bagian dari keluarga besar TNI.”
Lebih Dari Sekadar Kunjungan
Kedatangan Dandim tidak hanya membawa salam hormat, tetapi juga menghadirkan ketenangan. Ia datang ditemani Babinsa Surantih, Sertu Syafridal, dan beberapa personel Unit Intel Kodim. Semua hadir dengan sikap hormat, seakan menguatkan pesan: prajurit dan keluarganya tidak pernah sendiri.
“Kami di Kodim ini keluarga besar, Bu. Selama ada kami, jangan pernah merasa sendirian,” tegas Dandim, membuat suasana kembali larut dalam rasa haru.
Pelukan Simbol Kasih Sayang
Momen paling menyentuh terjadi ketika Letkol Sambua kembali mendekap sang ibu, seolah mewakili anaknya yang sedang jauh di medan tugas. Dalam pelukan itu tersimpan ribuan makna: kerinduan, kasih sayang, dan janji kebersamaan.
Warga sekitar yang menyaksikan pun tak kuasa menahan air mata. Mereka melihat bahwa pemimpin sejati bukanlah yang hanya memerintah dari balik meja, melainkan yang hadir langsung, mendengarkan, dan menguatkan.
Pesan Kemanusiaan
Dari rumah kecil di Surantih, sebuah pesan besar lahir: jabatan hanyalah atribut, namun hati yang tulus adalah warisan abadi. Kunjungan Dandim ini menjadi bukti bahwa di balik seragam hijau, ada hati yang berdenyut dengan cinta kasih dan rasa hormat.
Hari itu, Kampung Samudra menjadi saksi bahwa kepedulian bisa menghadirkan cahaya. Sebuah cahaya yang membuat seorang ibu merasa tidak sendiri, dan membuat seorang komandan kian dekat dengan rakyat yang dipimpinnya.*Wandi*