Dandim 0311/ Pessel Tinjau Jembatan Darurat Koto Rawang, Janjikan Perjuangkan Aspirasi Warga Ke Pusat

  • Sep 04, 2025
  • Wandi Jusri
  • Kabar Daerah

LIPUTAN KHUSUS Painan Pilarnagari.kim.id – Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan, Letkol CZI Theodorus Sambua, ST, M.Hum, Kamis sore (4/9) meninjau langsung kondisi jembatan gantung darurat di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai. Kehadiran Dandim di lokasi menjadi perhatian besar masyarakat yang sejak lama berharap adanya pembangunan jembatan permanen.

Peninjauan ini dilakukan setelah muncul surat resmi dari masyarakat yang menolak rencana pembangunan jembatan oleh pemerintah apabila hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua. Warga menilai rencana tersebut tidak menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Dandim didampingi tokoh masyarakat Painan, Damyursal, yang dikenal luas sebagai sosok yang cukup dihormati oleh masyarakat. Selain itu hadir pula Wali Nagari Koto Rawang Derijol serta Babinsa setempat. Kehadiran Damyursal dianggap penting karena ia selama ini aktif menjadi penghubung aspirasi warga dengan pihak pemerintah maupun aparat TNI.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan mendengar aspirasi warga terkait pembangunan jembatan,” ujar Letkol Theodorus kepada awak media.

Damyursal sendiri tampak aktif berkoordinasi dengan Dandim dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan selama peninjauan berlangsung. Ia menjelaskan kondisi sosial masyarakat Koto Rawang dan bagaimana keterbatasan akses jembatan telah lama menghambat aktivitas warga.

“Warga di sini sangat membutuhkan jembatan permanen. Mereka butuh akses mobil, bukan hanya motor. Kami berharap aspirasi ini benar-benar mendapat perhatian serius,” ucap Damyursal.

Warga Koto Rawang menegaskan kembali penolakan mereka terhadap rencana pembangunan jembatan roda dua. Menurut warga, akses jalan yang bisa dilalui mobil merupakan kebutuhan mendesak agar aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan dapat berjalan lancar.

“Kalau hanya jembatan untuk motor, sama saja seperti sekarang. Anak-anak sekolah, hasil tani, bahkan orang sakit tetap susah diangkut. Kami butuh jembatan mobil,” ungkap salah seorang warga dengan nada penuh harap.

Mendengar aspirasi tersebut, Dandim mengajak masyarakat untuk tetap bersabar. Ia menyadari bahwa kebutuhan jembatan permanen di Koto Rawang bukan hanya sekadar keinginan, melainkan kebutuhan vital masyarakat sehari-hari.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat. Insya Allah kami akan berusaha mencarikan bantuan ke pusat agar jembatan yang didambakan ini bisa segera terwujud,” tegasnya.

Janji Dandim itu disambut positif oleh warga. Mereka berharap perjuangan aspirasi ini benar-benar sampai ke telinga pemerintah daerah maupun pusat sehingga pembangunan jembatan dapat menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, jembatan gantung darurat yang ada saat ini hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kondisi itu sangat membatasi ruang gerak warga, apalagi saat harus mengangkut hasil panen atau membawa pasien yang membutuhkan pertolongan medis cepat.

Sebelumnya, penolakan warga terhadap rencana pembangunan jembatan roda dua sudah disampaikan melalui surat resmi dan aksi spanduk di balai nagari. Hal itu menunjukkan betapa seriusnya masyarakat memperjuangkan hak mereka atas akses transportasi yang memadai.

Dengan adanya kunjungan Dandim 0311/Pessel bersama Damyursal yang berkoordinasi langsung di lapangan, masyarakat Koto Rawang menaruh harapan besar bahwa perjuangan mereka tidak akan sia-sia. Mereka optimis, jika aspirasi ini benar-benar diperjuangkan hingga ke pusat, jembatan permanen yang kokoh dan layak bagi kendaraan roda empat akhirnya bisa segera diwujudkan.*Wandi*