Harapan Baru Koto Rawang, Anggaran Sudah Masuk Realisasi Masih Menanti Kepastian

  • Aug 04, 2025
  • Wandi Jusri
  • Kabar Pessel news

Pesisir Selatan, pilarnagari.kim.id– Harapan masyarakat Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, untuk kembali menikmati akses jembatan permanen yang sempat putus akibat banjir besar tahun 2024, kembali mencuat. Meski anggaran pembangunannya telah tersedia dalam DIPA Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR, namun realisasi fisiknya masih tertunda karena kebijakan efisiensi anggaran.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi, dalam keterangan resminya pada Senin (3/08), menegaskan bahwa pembangunan jembatan Koto Rawang belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu arahan dan proses dari pihak BPJN Padang.

> “Posisi saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari BPJN. Anggaran memang sudah tersedia, tapi karena efisiensi di tingkat kementerian dan pemda, maka pelaksanaannya masih dibintang atau dipending,” jelas Wabup.

Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah publik.

> “Kita ingin masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan tidak simpang siur. Mari kita sama-sama berdoa agar pembangunan ini segera terealisasi,” harapnya.

Lebih lanjut, saat apel gabungan ASN di halaman kantor bupati, Risnaldi mengajak seluruh aparatur sipil negara ikut berperan aktif mensosialisasikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

> “Bayangkan kalau dari 1.100 ASN yang hadir saat apel, semuanya turut menyampaikan informasi yang benar—pasti akan sangat berdampak positif untuk daerah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pessel, Fahresi Eka Siska, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian waktu pelaksanaan pembangunan. Namun pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BPJN Sumbar.

> “Kita masih menunggu tindak lanjut. Biasanya jika anggaran sudah dibuka, pihak BPJN akan segera turun untuk survei lapangan dan pelaksanaan teknis,” jelas Eka.

Eka juga menyebutkan bahwa terdapat lima jembatan yang telah diusulkan ke BPJN, namun semua mengalami penundaan akibat efisiensi anggaran di tingkat pusat.*Wandi*