Jeritan Eli Gusni Dari Kampung Kapau Dua Minggu Menahan Sakit, Harapan Tergantung Uluran Tangan pemerintah Dan Perantau
- Aug 10, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Pessel news
Liputan khusus Lengayang, pilarnagari .kim.id-Pesisir Selatan — Dua minggu sudah Eli Gusni (47) dari Kampung Kapau, Nagari Kambang Timur, terbaring menahan perih di kaki kanannya yang mengalami luka bakar serius. Musibah itu terjadi pada malam hari ketika listrik padam, meninggalkan gelap pekat di rumahnya.
Demi penerangan, Eli membuat lampu minyak tanah dan meletakkannya di dekat tempat tidur. Lelah setelah beraktivitas seharian membuatnya terlelap, tanpa sadar api dari lampu itu melalap selimut yang membungkus tubuhnya. Ketika terbangun, api sudah menjilat kaki kanannya, meninggalkan luka menganga yang membuatnya tak mampu berjalan.
Suaminya, Bustami (60), seorang kuli penyadap karet di kebun milik orang lain, hanya bisa pasrah. Penghasilan harian yang pas-pasan tak mampu menutup tunggakan BPJS, apalagi membayar biaya perawatan luka bakar yang terus memerlukan pengobatan intensif.
Melihat derita itu, warga sekitar tergerak hati. Mereka menggalang dana secara swadaya, mengumpulkan rupiah demi rupiah dan menyerahkannya kepada Eli untuk meringankan biaya berobat. Namun, jumlah itu masih jauh dari cukup.
Dengan suara lemah dan mata berkaca-kaca, Eli memohon,
“Saya mohon kepada Bapak Bupati H. Hendrajoni dan Dinas Sosial untuk membantu saya berobat. Kepada Bunda Lisda Hendrajoni di DPR RI, saya juga berharap uluran tangan dan perhatiannya. Dan untuk para perantau asal Lengayang, tolonglah saya… saya ingin sembuh, saya ingin bisa berjalan lagi.”
Kini, di rumah kecilnya yang sunyi, Eli menjalani hari-hari dengan rasa sakit yang terus menghantui. Dua minggu menahan nyeri adalah waktu yang panjang, apalagi tanpa kepastian kapan ia bisa mendapatkan perawatan layak. Jeritan hatinya adalah panggilan nurani — bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi para perantau dan siapa pun yang memiliki hati untuk membantu.*Wandi*