Lakitan Selatan Gelar Musnag, Insfratruktur Rampung, Tantangan Pangan Masih Menghantui
- Sep 17, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Nagari
Lengayang,pilarnagari.kim.id – Nagari Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, menggelar Musyawarah Nagari (Musnag) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran 2026 dan Daftar Usulan RKP (DU RKP) tahun anggaran 2027. Acara berlangsung khidmat diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Gibran dari Pondok Al-Qur’an Hidayatul Ikhsan.
Turut hadir berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, mulai dari Ketua Bamus yang diwakili Gebi, Pj Walinagari Lakitan Selatan, Suhardi, Amd.Kep, Camat Lengayang yang diwakili Kasi Ekobang Ani Sasmita, S.Sos, pendamping lokal desa Apri Mayonli, unsur Babinkamtibmas, Kepala UPT Pertanian, Kepala UPT Puskesmas Kambang, para kepala sekolah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga tokoh pemuda.
Dalam penyampaiannya, Walinagari Suhardi menegaskan bahwa pembangunan nagari tahun ini telah terlaksana 100 persen, bahkan beberapa melampaui target. Pembuatan jalan baru yang ditargetkan 700 meter, terealisasi hingga 1.200 meter. Selain itu, peningkatan jalan evakuasi tsunami sepanjang 160 meter, pembangunan MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 12 unit, insentif bagi 36 guru TPA, 45 kader posyandu, serta insentif kader Poswindu semuanya telah terealisasi dari APB Nagari.
Sementara melalui APBD, pemerintah nagari juga melaksanakan rehab dua polongan yang rusak akibat banjir di Kampung Sirandah. Namun demikian, Walinagari mengakui masih ada program yang belum berjalan, di antaranya pembangunan jembatan di seberang Tarok serta program ketahanan pangan sebesar Rp240 juta atau 20 persen anggaran, yang terkendala aturan perbup karena harus dilaksanakan oleh BUMNag.
“Jika anggaran ketahanan pangan 20 persen, ditambah koperasi merah putih 30 persen, serta alokasi insentif perangkat nagari, maka pembangunan infrastruktur hampir mustahil untuk dilaksanakan lagi, kecuali dana nagari ditambah,” tegas Suhardi.
Camat Lengayang yang diwakili Ani Sasmita, S.Sos, menyegarkan suasana dengan pantun pembuka sebelum menyampaikan harapan agar masyarakat tetap aktif memberikan usulan. “Usulan dari masyarakat akan dibawa mulai dari Musnag, Musrenbang Kecamatan hingga Musrenbang Kabupaten Pesisir Selatan. Jangan bosan untuk mengusulkan,” ungkapnya.
Acara juga diwarnai dengan sesi doa yang dipimpin Firdaus. Panitia mengingatkan bahwa setiap usulan masyarakat yang tidak tercantum dalam RKP dan DU RKP tidak akan bisa direalisasikan maupun diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.
Pada sesi kedua, pendamping lokal desa Apri Mayonli menjelaskan bahwa perencanaan nagari merupakan proses panjang yang berawal dari rembuk stunting, dibahas dalam Musnag, dilanjutkan ke Musrenbang, dan diputuskan melalui sidang Bamus. “Intinya, setiap usulan masyarakat akan diverifikasi oleh tim agar sesuai dengan RPJM Nagari,” ujarnya.
Sementara itu, UPT Pertanian mengusulkan agar nagari menyiapkan stok pestisida, insektisida, serta obat pembasmi hama tikus dan wereng sebagai bentuk antisipasi serangan hama yang kerap merugikan petani.
Sebagai penutup, Musnag Lakitan Selatan resmi menetapkan Tim Penyusun RKP Nagari dan tim verifikasi Lakitan Selatan, yang akan bertugas merangkum dan memverifikasi seluruh usulan untuk dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nagari.*Wandi*