Masyarakat Alang Sungkai Nilai koordinator SPPI Kabupaten Pesisir Selatan Persulit Aktivasi Dapur MBG Di Wilayah Itu
- Jan 28, 2026
- Wandi Jusri
- Kabar Pessel news
Masyarakat Alang Sungkai Nilai koordinator SPPI Kabupaten Pesisir Selatan Persulit Aktivasi Dapur MBG Di Wilayah Itu
PILARNAGARI.KIM.ID — Air Haji Tengah
Masyarakat Kampung Alang Sungkai, Nagari Air Haji Tengah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, kian mempertanyakan kejelasan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berdiri megah di wilayah mereka. Hingga kini, dapur yang digadang-gadang menjadi tumpuan harapan ekonomi warga itu belum juga beroperasi,
meskipun seluruh komponen penunjang dan kesiapan teknis dinilai telah rampung.
Kondisi ini memicu keresahan warga, terutama para calon relawan dan tenaga kerja lokal yang sebelumnya telah dinyatakan diterima untuk bekerja di dapur MBG tersebut. Banyak di antara mereka bahkan rela meninggalkan pekerjaan sehari-hari dengan harapan segera memperoleh penghasilan tetap dari program nasional tersebut.
“Kami sudah siap kerja, dapurnya sudah siap, peralatannya lengkap. Tapi sampai sekarang tidak ada kepastian,” keluh salah seorang warga Kampung Alang Sungkai.
Dugaan Penguluran Waktu oleh Koordinator SPPI
Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi Tim PILARNAGARI.KIM.ID di lapangan, serta hasil konfirmasi kepada Yayasan Bumi Rangkiang Harmoni selaku yayasan penanggung jawab dapur MBG dan pemilik dapur sebagai mitra yang dikenal dengan nama Aciak Iyul, terungkap adanya dugaan penguluran waktu oleh pihak Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI.
Disebutkan, Korwil SPPI bernama Yurianti bersama Korcab Shinta berulang kali menunda operasional dapur dengan alasan adanya 15 item bangunan yang harus diperbaiki. Namun setelah seluruh item tersebut diklaim telah diperbaiki sesuai permintaan, kembali muncul alasan baru yang dinilai tidak substansial.
Alasan terbaru yang mencuat adalah persoalan utang-piutang dengan pihak Toko material ibu Opet yang disebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dapur MBG dapat berjalan. Alasan ini dinilai janggal oleh pengelola dan masyarakat, karena tidak berkaitan langsung dengan kesiapan operasional dapur.
“Setelah semua yang diminta diperbaiki, muncul lagi alasan lain. Seolah-olah masalahnya dibuat-buat, bahkan Kapolsek Linggo Sari Baganti AKP Welly pernah juga turun ke dapur MBG tersebut dan mengatakan bahwa kesiapan dan kelengkapan dapur sudah siap dan berharap agar dapur segera running "ujar salah satu pihak pengelola dapur.
Janji Berulang, Realisasi Nihil
Masyarakat menyebut telah beberapa kali mendatangi kediaman Korwil Yurianti untuk meminta kepastian. Yurianti pun disebut telah berulang kali berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun hingga kini, hampir dua bulan berlalu, janji tersebut tak kunjung terealisasi.
Ironisnya, dalam sejumlah upaya mediasi yang melibatkan unsur Forkapinca setempat—bahkan atas permintaan Yuri sendiri—yang bersangkutan justru tidak hadir, sementara masyarakat, pihak pengelola MBG, dan pemilik yayasan selalu hadir secara konsisten demi mencari solusi.
Kondisi ini semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa ada faktor non-teknis di balik mandeknya operasional dapur MBG tersebut.
Dugaan Konflik Personal dan Ancaman Pengaduan Resmi
Sebagian warga menduga adanya konflik pribadi atau dendam personal antara Korwil Yurianti dengan pemilik dapur (mitra )yang berdampak langsung pada tertahannya operasional program MBG. Dugaan ini muncul karena tidak adanya alasan teknis yang jelas dan konsisten dari waktu ke waktu.
Jika kondisi ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan, masyarakat Kampung Alang Sungkai menyatakan siap mengadukan persoalan ini kepada pihak berwenang, baik di tingkat kabupaten hingga pusat.
“Kami hanya ingin kejelasan. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai program bagus justru menyengsarakan masyarakat,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian resmi kapan Dapur MBG Kampung Alang Sungkai akan mulai beroperasi, sementara harapan dan kesabaran masyarakat kian menipis.(Wandi)