Merajut Sejarah, Merawat Alam, Pertemuan Anak Nagari Bayang Nan Tujuh Koto Nan Salapan Dengan Tokoh Masyarakat Danau Kembar
- Aug 31, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Daerah
LIPUTAN KHUSUS Danau Kembar, pilarnagari.kim.id ,Solok – Sabtu (30/8/2025) menjadi hari bersejarah ketika rombongan Perwakilan Anak Nagari Bayang nan Tujuh Koto nan Salapan melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah tokoh masyarakat Jumardi Rajo Ameh di Gurun Data, Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, Danau Kembar. Pertemuan yang berlangsung hangat ini tidak sekadar ajang melepas rindu antarsanak, tetapi juga melahirkan kesepakatan penting demi keselamatan bersama.
Rombongan yang dipimpin oleh Akp (Purn) H. Ikhlas Razuki, CPLA CLA (Ketua Tim), yang juga menjabat sebagai Ketua Eksekutif Komcab LP-KPK Pessel, bersama Zaitul Ikhlas (Ketua Pembina) serta para tokoh adat, pemuda, bundo kanduang, dan wakil masyarakat Bayang nan Tujuh Koto nan Salapan, tiba di lokasi dengan tiga mobil melalui jalur Padang dan jalan baru Bayang–Danau Kembar. Sambutan penuh keakraban datang dari tuan rumah bersama Ketua LKAAM Danau Kembar Zulwirman Dt. Putiah, Ketua KAN Mahyunar Dt. Putiah, para ninik mamak, dan tokoh masyarakat setempat.
Sebelum acara dimulai, suasana cair terjalin dalam obrolan penuh makna tentang asal-usul dan sejarah leluhur. Ketua Tim Akp (Purn) H. Ikhlas Razuki, CPLA CLA mengingatkan bahwa Bayang nan Tujuh Koto nan Salapan memiliki ikatan sejarah dengan wilayah Danau Kembar. Menurut tambo Minangkabau, nenek moyang mereka berasal dari daerah darek Koto Anau, yang dulunya satu wilayah dengan Danau Kembar sebelum terjadi pemekaran. “Walau sempat terpisah oleh jarak, kini berkat jalan baru kita bisa kembali menyatu,” ujarnya, disambut anggukan para tokoh adat yang hadir.
Setelah salat Zuhur, acara resmi dibuka. Ketua Pembina Zaitul Ikhlas menegaskan maksud kunjungan, yaitu mempererat tali persaudaraan sekaligus membahas persoalan serius: penebangan hutan di hulu Batang Bayang yang kerap menimbulkan banjir bandang dan merusak sawah masyarakat di sepanjang aliran sungai.
“Ini bukan hanya soal tanah dan kayu, tapi tentang masa depan anak cucu kita. Jika hutan habis, sungai tidak lagi bersahabat. Yang ada hanya bencana,” tegas Zaitul Ikhlas.
Pernyataan ini disambut hangat. Ketua LKAAM Danau Kembar Zulwirman Dt. Putiah dan Ketua LKAAM Bayang N. Efendi Dt. Rajo Nan Gadang secara bergantian menyatakan komitmen bersama untuk menghentikan aktivitas penebangan kayu di hulu Batang Bayang dan mengajukan pencabutan izin resmi terkait. Kesepakatan itu diperkuat oleh seluruh tokoh adat, ulama, pemuda, dan bundo kanduang yang hadir, total sebanyak 34 orang.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB tersebut berakhir dengan satu suara bulat: bersatu menjaga alam dan merawat persaudaraan.
Sebelum rombongan kembali, acara ditutup dengan foto bersama. Dalam perjalanan pulang, sebuah kabar menggembirakan datang. Melalui telepon, ajudan Bupati Solok menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Bupati akan mengundang perwakilan Bayang nan Tujuh Koto nan Salapan untuk mempererat silaturahmi secara resmi.
Pertemuan ini bukan hanya tentang sejarah yang kembali dipertautkan, tetapi juga tentang harapan baru. Bayang dan Danau Kembar kembali menyatu, bukan hanya oleh ikatan darah, tetapi juga oleh tekad bersama untuk menjaga warisan alam dan mengamankan kehidupan generasi mendatang.*Wandi*