Nelayan Lengayang Keluhkan Pintu Muara Kambang Yang Sempit Dan Dangkal,Kapal Sering Kandas, Janji Normalisasi Belum Juga Terwujud
- Oct 16, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Daerah
Lengayang, Pilarnagari.kim.id —
Kondisi pintu muara Kambang di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, semakin memprihatinkan. Muara yang semakin sempit dan dangkal membuat aktivitas nelayan terganggu. Banyak kapal tunda milik nelayan kandas saat keluar atau masuk muara, bahkan beberapa di antaranya hancur diterjang ombak besar.
Kejadian terbaru terjadi pada Kamis pagi, 16 Oktober 2025 sekitar pukul 07.00 WIB, ketika kapal tunda milik Isal (40) kandas saat hendak masuk melalui pintu muara. Hingga berita ini diturunkan, kapal tersebut masih belum bisa ditarik ke laut karena posisi air laut sedang surut dan dasar muara terlalu dangkal.
“Sudah dari pagi kami berusaha menarik kapal Isal, tapi belum berhasil. Dasar muara sudah terlalu dangkal, jangankan kapal besar, perahu kecil pun susah lewat,” ujar Rizal, salah seorang nelayan yang turut membantu di lokasi.
Kejadian seperti ini, kata para nelayan, bukan hal baru. Dalam satu bulan, bisa terjadi hingga lima kapal yang kandas, menimbulkan kerugian besar karena biaya perbaikan yang tinggi, bahkan ada kapal yang hancur dan tidak bisa dipakai lagi.
Yang membuat nelayan semakin kecewa, janji Bupati Pesisir Selatan Rusma Yulanwar saat masih menjabat dulu untuk menormalisasi muara Kambang hingga kini belum terealisasi. Padahal, normalisasi tersebut sangat diharapkan untuk menjamin keselamatan nelayan saat melaut.
“Kami berharap Bupati H Hendrajoni bisa menurunkan alat berat untuk memperlebar muara, serta melakukan pengerukan agar kami bisa dengan nyaman memasuki pintu muara dan membongkar hasil tangkapan kami di PPI kambang ” ungkap Hendra, salah satu nelayan Kambang.
Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi masalah klasik bagi masyarakat pesisir. Selain membahayakan keselamatan nelayan, juga berdampak pada menurunnya penghasilan mereka karena sulitnya akses keluar-masuk kapal.
Nelayan berharap pemerintah daerah yang saat ini menjabat segera mengambil tindakan nyata untuk melakukan pengerukan dan pelebaran muara Kambang, agar kapal nelayan bisa kembali melaut dengan aman dan nyaman (Pilarnagari/Redaksi)