Pasar Surantih Lengang, Cermin Lesunya Ekonomi Dan Beban Utang Masyarakat
- Apr 27, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Daerah
Surantih, pilarnagari.kim.id, Pesisir Selatan — Suasana Pasar Surantih di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, tampak lebih lengang dari biasanya pada Minggu (27/4). Pasar tradisional yang biasanya dipadati pengunjung sejak pagi ini terlihat sepi, dengan banyak lapak pedagang yang kosong dan pembeli yang datang hanya sesekali.
Penurunan aktivitas ini diduga kuat akibat lesunya ekonomi masyarakat setempat. Sebagian besar penduduk Nagari Surantih menggantungkan hidup sebagai nelayan, petani gambir, petani sawit, dan pedagang kecil. Namun, beberapa bulan terakhir, sektor-sektor tersebut mengalami tantangan berat.
“Harga gambir turun, hasil sawit pun kurang memuaskan. Ditambah cuaca buruk yang membuat nelayan jarang melaut, kami benar-benar terasa dampaknya,” ujar Fadli, salah satu pedagang sayur di Pasar Surantih.
Keluhan serupa juga datang dari Andi, seorang pedagang buah yang setia berjualan setiap hari. "Biasanya buah cepat habis dibeli orang. Sekarang orang lewat saja banyak yang tak singgah. Dagangan banyak yang tak laku," keluh Andi dengan raut wajah kecewa.
Selain faktor hasil ekonomi yang menurun, banyak warga yang berpendapat bahwa kondisi ini juga diperburuk oleh tingginya beban utang masyarakat. Pinjaman dari koperasi harian, lembaga keuangan seperti Mekaar, hingga pinjaman online (pinjol) disebut telah membebani keuangan keluarga. Akibatnya, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk berbelanja di pasar, menjadi sangat terbatas.
"Sudah banyak yang pusing bayar cicilan. Mau belanja banyak pun tak bisa, uang habis untuk bayar utang," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun tajam. Banyak warga yang memilih berhemat dan mengutamakan kebutuhan pokok saja. Pedagang yang biasanya bisa menghabiskan dagangan dalam sehari, kini harus rela membawa pulang sisa jualan mereka.
Pasar Surantih, yang rutin digelar setiap hari Minggu, selama ini menjadi pusat perputaran ekonomi lokal. Dari hasil laut hingga hasil perkebunan, semua diperjualbelikan di sini. Kini, wajah pasar yang lengang ini menjadi potret nyata dari betapa beratnya tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat pesisir.
Pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk membangkitkan kembali sektor ekonomi rakyat kecil ini. Dukungan terhadap nelayan, petani, pedagang kecil, serta upaya mengatasi masalah pinjaman konsumtif, menjadi sangat penting agar denyut nadi ekonomi Pasar Surantih bisa kembali hidup seperti sediakala.*Wandi*