Pesisir Selatan Genjot Literasi Digital Hingga Nagari,IMDI 2025 Jadi Kompas Kebijakan Daerah
- Oct 03, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Pessel news
LIPUTAN KHUSUS Pesisir Selatan, Pilarnagari.kim.id 2 Oktober 2025 – Kenaikan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang kini berada di angka 44,53 menjadi kabar baik bagi upaya transformasi digital nasional. Peningkatan sebesar 1,19 poin dari tahun sebelumnya bukan hanya sekadar angka, melainkan sinyal bahwa masyarakat Indonesia semakin siap menghadapi era digital.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, capaian ini sekaligus menjadi pemicu untuk memperluas literasi digital hingga ke tingkat nagari.
IMDI, Cermin Kemajuan Digital Nasional
IMDI 2025 yang diumumkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, di Jakarta, Kamis (2/10), dihitung berdasarkan empat pilar utama:
1. Infrastruktur dan Ekosistem (53,06)
2. Keterampilan Digital
3. Pemberdayaan (34,42)
4. Pekerjaan
Angka ini tidak hanya menjadi gambaran kondisi digital di Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai kompas kebijakan bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi berbasis data.
Langkah Pesisir Selatan: Dari Sekolah hingga Nagari
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pesisir Selatan, Wendi, SH, M.Hum, menegaskan bahwa kenaikan IMDI sejalan dengan upaya daerah untuk mendorong literasi digital yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
> “Kenaikan IMDI 2025 menunjukkan strategi literasi digital nasional berjalan dengan baik. Di Pesisir Selatan, kami tidak hanya fokus pada keterampilan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar berdaya, produktif, dan terlindungi dari ancaman konten negatif di dunia maya,” jelas Wendi.
Ia menambahkan, Pemkab menjadikan IMDI sebagai alat evaluasi untuk melihat kekuatan dan kelemahan digital daerah, mulai dari aspek infrastruktur internet, kemampuan masyarakat, hingga kesiapan lembaga pendidikan dan nagari.
Program konkret yang sedang berjalan meliputi:
Perluasan jaringan internet ke wilayah pedesaan dan pesisir yang selama ini masih terkendala akses.
Pelatihan literasi digital bagi pelajar, guru, perangkat nagari, dan pelaku UMKM agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Kampanye kesadaran keamanan digital, termasuk perlindungan data pribadi dan transaksi elektronik.
Tantangan: Infrastruktur dan Pemberdayaan
Meski infrastruktur digital di Pesisir Selatan menunjukkan kemajuan, Wendi mengakui masih ada tantangan. Beberapa wilayah pedesaan masih kesulitan sinyal internet, sementara keterampilan digital masyarakat belum merata.
“IMDI mencatat pilar Pemberdayaan baru mencapai 34,42, artinya kita masih punya PR besar untuk memastikan masyarakat benar-benar bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup mereka,” tegasnya.
Visi ke Depan: Indonesia Emas 2045
Pesisir Selatan melihat transformasi digital sebagai pondasi pembangunan inklusif. Dengan literasi digital yang kuat, masyarakat nagari diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten positif, wirausahawan digital, dan pelaku ekonomi kreatif.
Sejalan dengan visi nasional “Indonesia Emas 2045”, Pemkab Pesisir Selatan berkomitmen menjadikan literasi digital sebagai gerakan bersama, melibatkan pemerintah, sekolah, komunitas, hingga masyarakat adat di nagari.*Wandi*