Rembuk Stunting Di Lakitan Utara, Pemerintah Nagari Dan Puskesmas Kambang Matangkan 12 langkah Strategis

  • Aug 27, 2025
  • Wandi Jusri
  • Kabar Kesehatan

Lakitan Utara, pilarnagari.kim.id 27 Agustus 2025 – Pemerintah Nagari Lakitan Utara bersama Puskesmas Kambang menggelar Rembuk Stunting di gedung Bamus Nagari Lakitan Utara, Rabu (27/8). Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopinca Kecamatan Lengayang, Walinagari Lakitan Utara Aprizal Dt. Bagindo Kayo, Ketua Bamus, kepala kampung, pendamping desa, bidan desa, kader posyandu, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Walinagari Lakitan Utara Aprizal Dt. Bagindo Kayo menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan menyangkut masa depan generasi nagari.
“Anak-anak kita adalah aset terbesar. Kalau mereka tumbuh sehat dan cerdas, maka Lakitan Utara akan kuat di masa depan. Karena itu, mari kita jadikan rembuk ini sebagai momentum bersama untuk bertindak nyata, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Lengayang yang diwakili oleh kasi pem Misrita juniva menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dan pemerintah nagari.
“Kami berharap langkah-langkah yang dirumuskan hari ini benar-benar diimplementasikan. Kader posyandu, bidan desa, tokoh masyarakat, hingga orang tua punya peran yang sama penting. Stunting hanya bisa ditekan kalau semua bergerak bersama,” katanya.

Puncak acara diisi dengan ekspos dari Kepala Puskesmas Kambang, Fitri Armanita, STr.Keb, yang memaparkan 12 langkah strategis pencegahan dan penanganan stunting. Menurutnya, langkah tersebut harus dijalankan secara terpadu mulai dari tingkat keluarga hingga nagari.

“Kami di Puskesmas Kambang telah menyusun 12 strategi utama, antara lain peningkatan gizi ibu hamil, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, pemantauan pertumbuhan balita, imunisasi lengkap, hingga perbaikan sanitasi dan air bersih. Semua ini hanya akan berhasil kalau didukung kesadaran masyarakat dan sinergi lintas sektor,” jelas Fitri Armanita.

Ia menambahkan, pencegahan perkawinan usia dini dan penguatan peran kader posyandu juga menjadi kunci dalam menekan angka stunting. “Kita ingin memastikan bahwa anak-anak Lakitan Utara lahir sehat, tumbuh cerdas, dan siap menjadi generasi emas,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, sebagai ungkapan harapan agar seluruh ikhtiar ini membawa keberkahan dan hasil nyata bagi Nagari Lakitan Utara.

Dengan terlaksananya rembuk stunting ini, masyarakat semakin menyadari bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat demi masa depan generasi Pesisir Selatan yang lebih baik.*Wandi*