SMAN 1 Lengayang Gelar In-House Training, Integrasikan Deep Learning Dan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia
- May 19, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Sekolah
Lengayang ,pilarnagari.kim.id,19 Mei 2025 — SMAN 1 Lengayang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar In-House Training (IHT) bertema “Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran dan Penguatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia”, Senin (19/05). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh majelis guru dan tenaga tata usaha sekolah.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Yuni Cendrikawaty, M.Pd., seorang pakar pendidikan yang dikenal luas dengan pendekatannya dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan dan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Dalam paparannya, Dr. Yuni menekankan pentingnya strategi deep learning yang tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga pada penguatan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif siswa.
“Pembelajaran berbasis deep learning mendorong siswa untuk berpikir lebih dalam, bukan sekadar menghafal. Ini sangat sejalan dengan gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia yang menanamkan nilai-nilai positif sejak dini,” ujar Dr. Yuni.
Kepala SMAN 1 Lengayang, Resnawita, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa IHT ini merupakan langkah strategis dalam membekali guru untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter. Tujuh kebiasaan seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di kelas,” tutur Resnawita.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 7, Muslim, S.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas.
“SMAN 1 Lengayang telah memberikan contoh nyata bagaimana sekolah bisa menjadi pusat inovasi dan karakter. Sinergi antara teknologi pembelajaran dan nilai karakter adalah masa depan pendidikan kita,” ujar Muslim.
Kegiatan IHT ini diharapkan mampu mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk terus berinovasi dan menjadikan sekolah sebagai ruang yang mendukung tumbuhnya siswa yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.*Wandi*