Tarif Parkir Di Carocok Painan Di Keluhkan Pengunjung, Dishub Tegaskan Sesuai Perda

  • Mar 26, 2026
  • Wandi Jusri
  • Kabar Daerah

Pesisir Selatan Pilarnagari.kim.id – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Carocok Painan saat musim libur tahun 2026 terutama libur Lebaran,1447 Hijriyah kembali diwarnai keluhan terkait mahalnya tarif parkir. Sejumlah pengunjung mengaku harus merogoh kocek hingga Rp20.000 untuk sekali parkir kendaraan roda empat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Selatan, Joni Eldo, kepada awak media Kamis (26/3/2026) menegaskan bahwa tarif parkir resmi yang ditetapkan pemerintah daerah telah diatur dalam Perda Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Tarif resmi untuk parkir di lahan milik pemerintah adalah Rp2.000 untuk kendaraan roda dua, Rp5.000 untuk kendaraan roda empat (minibus), dan Rp10.000 untuk bus roda enam,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tarif tersebut hanya berlaku di area parkir resmi yang dikelola oleh Dinas Perhubungan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah ditetapkan pemerintah guna menghindari pungutan di luar ketentuan.

Di sisi lain, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Hendrajoni terus berupaya meningkatkan daya tarik wisata di kawasan ini. Setiap tahunnya, berbagai acara meriah digelar di panggung utama Carocok Painan dengan menghadirkan artis papan atas, baik artis Minang maupun dari Jakarta.

Tak hanya itu, keindahan panorama pantai juga semakin lengkap dengan hadirnya Masjid Terapung Carocok Painan yang menjadi ikon baru dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Namun demikian, membludaknya jumlah wisatawan saat libur Lebaran membuat kapasitas parkir pemerintah tidak mencukupi. 

Saat ini, lahan parkir resmi hanya mampu menampung sekitar 100 unit kendaraan roda empat.
“Kalau ada yang membayar hingga Rp20.000, kemungkinan mereka parkir di lahan milik masyarakat atau swasta, bukan di lahan resmi pemerintah,” tambah Joni Eldo.

Memang tidak dapat dipungkiri, Carocok Painan menjadi salah satu destinasi favorit di Pesisir Selatan yang selalu dipadati wisatawan, baik dari dalam daerah maupun luar daerah, termasuk para perantau yang pulang kampung.
Namun, selain persoalan tarif parkir, pengunjung juga menyoroti kemacetan yang kerap terjadi di jalur masuk dan keluar kawasan wisata. Bahkan, antrean kendaraan disebut bisa berlangsung hingga berjam-jam.

Hendri, seorang wisatawan asal Kerinci yang datang bersama rombongan lima mobil, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
“Kalau seperti ini terus, kami akan berpikir sepuluh kali untuk berwisata ke sini. Selain parkir mahal, pengaturan lalu lintas juga tidak maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, wisatawan lain, Waluyo (48) asal Bengkulu, memberikan pandangan berbeda. Ia menilai persoalan tarif parkir bukan menjadi masalah utama.
“Kalau masalah parkir, tidak terlalu jadi persoalan. Tapi yang perlu diperbaiki itu kemacetan. Untuk keluar dari kawasan wisata saja bisa sampai lebih dari dua jam,” ujarnya.

Masyarakat pun berharap ke depan pemerintah tidak hanya fokus pada penetapan tarif parkir, tetapi juga pembenahan infrastruktur dan manajemen lalu lintas demi meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di daerah tersebut.*Wandi*