Wabup Risnaldi Ibrahim Kutip Pramoedya Ananta Toer Di Apel Perdana, Jadilah Bagian Dari Sejarah

  • Feb 24, 2025
  • Wandi Jusri
  • Kabar Pessel news

Pesisir Selatan pilarnagari .kim.id– Dalam apel perdana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (24/02/2025), Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah semangat para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN. Dalam pidatonya, ia mengutip pemikiran dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, sebagai pengingat bahwa setiap individu memiliki peran dalam membentuk sejarah.

Menghidupkan Semangat Minke dalam Pembangunan Daerah

Buku Bumi Manusia, bagian pertama dari Tetralogi Buru, mengisahkan perjalanan seorang pribumi bernama Minke yang menghadapi berbagai tantangan dalam lingkungan yang penuh diskriminasi sosial dan politik. Risnaldi menjelaskan bahwa Minke bukanlah seorang tokoh besar seperti Soekarno, tetapi ia menolak untuk menjadi bagian yang terlupakan dalam sejarah.

“Minke dalam buku tersebut bukanlah seorang pahlawan nasional, tetapi ia menulis sendiri perjalanannya, mencatat perjuangannya, dan menjadi bagian dari sejarah dengan caranya sendiri,” ujar Risnaldi di hadapan para peserta apel yang terdiri dari jajaran ASN dan tenaga non-ASN Kabupaten Pesisir Selatan.

Melalui kisah Minke, Risnaldi mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk tidak hanya bekerja sebagai rutinitas belaka, tetapi turut serta dalam mencatat jejak kemajuan bagi daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada pemimpin, melainkan juga pada kontribusi nyata dari setiap individu.

Mengukir Sejarah dalam Pembangunan Pesisir Selatan

Dalam pidatonya, Risnaldi menegaskan bahwa setiap orang, tanpa memandang jabatan, memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi Pesisir Selatan. Menurutnya, ASN dan tenaga non-ASN bukan sekadar pelaksana tugas administratif, tetapi bagian dari roda penggerak yang menentukan arah pembangunan.

“Apapun jabatan kita, ASN maupun non-ASN, jadikanlah diri kita bagian dari sejarah pembangunan daerah ini. Mari catat kontribusi kita untuk kemajuan Pesisir Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Hendrajoni dan saya sendiri,” tegasnya dengan penuh semangat.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang berhasil tidak diukur dari latar belakang seseorang, melainkan dari kerja keras, dedikasi, dan semangat pengabdian yang diberikan.

“Tidak peduli dari mana kita berasal, yang terpenting adalah bagaimana kita bekerja keras dan berkontribusi demi kemajuan daerah ini,” tambahnya.

Sinergi dan Gotong Royong sebagai Kunci Keberhasilan

Menutup pidatonya, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi Pesisir Selatan yang maju, tumbuh, dan berkelanjutan. Menurutnya, tanpa kebersamaan dan kerja sama yang solid, mustahil sebuah daerah dapat berkembang secara optimal.

“Kita harus bergerak bersama, bekerja dengan hati, dan mencatatkan sejarah pembangunan yang dapat dikenang oleh generasi selanjutnya,” ujar Risnaldi.

Dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan kerja keras, Risnaldi optimistis bahwa Kabupaten Pesisir Selatan akan terus berkembang, membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya, serta menjadi contoh daerah yang maju dan berdaya saing di Sumatera Barat.

Apel perdana ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan resmi pertama bagi aparatur pemerintah setelah pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momen untuk menanamkan semangat baru dalam membangun daerah yang lebih baik.**Wandi**