Walinagari Lakitan Selatan Bangun Jalan Evakuasi Tsunami Sepanjang 1.2 Kilometer Bukti Sinergi Dana Desa Dan Swadaya Masyarakat
- Oct 07, 2025
- Wandi Jusri
- Kabar Nagari
Liputan khusus Lakitan Selatan, Pesisir Selatan ,Pilarnagari.kim.id — Pembangunan berbasis gotong royong kembali menjadi kisah inspiratif di Kabupaten Pesisir Selatan. Pemerintah Nagari Lakitan Selatan di Kecamatan Lengayang berhasil mewujudkan pembangunan jalan evakuasi tsunami sepanjang 1.220 meter, jauh melampaui target awal 600 meter.
Di bawah kepemimpinan Walinagari Suhardi Sutan Sang Sulaiman yang juga ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lakitan,pembangunan ini menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp100 juta rupiah. Namun berkat dukungan swadaya dan partisipasi masyarakat Kampung Koto Raya, proyek tersebut berhasil menembus hampir dua kali lipat panjang jalan yang direncanakan.
“Awalnya kita hanya menargetkan 600 meter sesuai kemampuan anggaran. Tapi masyarakat luar biasa. Mereka bekerja bergotong royong, bahkan menyerahkan lahan tanpa ganti rugi, sehingga jalan ini bisa terealisasi hingga 1.220 meter,” ungkap Walinagari Suhardi Sutan Sang Sulaiman dengan penuh rasa bangga.
Pembangunan jalan ini menjadi salah satu upaya strategis Nagari Lakitan Selatan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami, mengingat kawasan ini termasuk dalam zona merah rawan tsunami di wilayah pesisir barat Sumatera.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, ada pengorbanan besar dari masyarakat. Dalam proses pembukaan jalan, banyak tanaman produktif seperti pohon kelapa, rambutan, pisang, dan tanaman lain milik warga yang harus ditebang. Meski begitu, warga rela tanpa meminta ganti rugi, demi kepentingan bersama.
“Masyarakat kita sangat sadar arti pembangunan. Mereka tidak menuntut, meskipun yang ditebang adalah tanaman yang sudah puluhan tahun tumbuh. Semua ikhlas demi keselamatan dan kemajuan nagari,” jelas Suhardi.
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Lakitan Selatan, Edi Supardi Dt. Tang Piaman, turut memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, pembangunan ini bukan hanya proyek fisik, tapi juga bukti nyata solidaritas sosial masyarakat nagari.
“Bamus sangat mengapresiasi langkah Walinagari dan seluruh masyarakat. Pembangunan ini menjadi teladan bagaimana semangat gotong royong dan partisipasi warga dapat mengubah keterbatasan menjadi kekuatan besar. Ini bukti bahwa nagari bisa mandiri jika dikelola dengan hati,” ujar Dt. Tang Piaman.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Lengayang, Joni Ardi, S.T., yang turut melakukan monitoring kegiatan, menilai bahwa keberhasilan ini menunjukkan pengelolaan Dana Desa yang efektif dan transparan.
“Dari sisi teknis dan administratif, kegiatan ini sangat baik. Walinagari mampu mengoptimalkan dana yang terbatas dengan partisipasi masyarakat. Ini menjadi contoh praktik baik yang bisa ditiru nagari lain di Pesisir Selatan,” terang Joni Ardi, S.T.
Selain berfungsi sebagai jalur penyelamatan bencana, jalan evakuasi ini kini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Akses transportasi pertanian menjadi lancar, dan sejumlah lahan perkebunan kini bisa diolah dengan mudah.
“Sekarang mobil bisa masuk ke kebun, hasil tani lebih cepat dijual, dan bahkan jalur ini bisa dikembangkan menjadi akses wisata edukasi bencana,” tambah Walinagari Suhardi.
Tokoh masyarakat setempat, H. Yusri, juga menegaskan bahwa masyarakat tidak merasa kehilangan dengan ditebangnya tanaman mereka. “Pohon bisa ditanam lagi, tapi keselamatan tidak bisa diganti. Kami bangga bisa berkorban demi nagari,” ujarnya penuh semangat.
Pembangunan ini dilaksanakan dengan sistem padat karya tunai, yang melibatkan tenaga lokal untuk memperkuat rasa memiliki sekaligus menambah penghasilan warga.
Kini, jalan evakuasi sepanjang 1,2 kilometer tersebut telah terbuka rapi, dengan pondasi kuat dan drainase di beberapa titik. Pemerintah Nagari Lakitan Selatan juga berencana menambah lampu penerangan dan menanam pohon pelindung di sepanjang jalur demi kenyamanan dan keamanan warga.
“Ke depan, kami ingin jalan ini tidak hanya menjadi jalur evakuasi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan ketangguhan masyarakat Lakitan Selatan,” tutup Walinagari Suhardi Sutan Sang Sulaiman.
Dengan selesainya pembangunan yang melampaui target ini, Nagari Lakitan Selatan berhasil menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pendamping desa dapat menghasilkan capaian luar biasa.
Jalan ini bukan hanya akses keselamatan, tetapi juga simbol gotong royong dan semangat membangun nagari dari hati.*Wandi*